Ø
PENGERTIAN
Dalam bahasa Inggris sarana dan prasarana itu disebut dengan facility
(facilities). Jadi, sarana dan prasarana pendidikan akan disebut eIndonesia
akan menjadi fasilitas pendidikan. Fasilitas pendidikan artinya segala sesuatu
(alat dan barang) yang memfasilitasi (memberikan kemudahanducational
facilities. Sebutan itu jika diadopsi ke dalam bahasa) dalam menyelenggarakan
kegiatan pendidikan. Sarana pendalam proses pendidikan. Sementara prasarana
pendidikan adalah segala didikan adalah segala macam alat yang digunakan secara
langsung macam alat yang tidak secara langsung digunakan dalam proses
pendidikan.Erat terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan itu, dalam
daftar istilah pendidikan dikenal pula sebutan alat bantu pendidikan (teaching
aids), yaitu segala macam peralatan yang dipakai guru untuk membantunya
memudahkan melakukan kegiatan mengajar. Jadi, sarana pendidikan dapat juga
diartikan segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan
penyampaian materi pelajaran. Jika dilihat dari sudut murid, sarana pendidikan
adalah segala macam peralatan yang digunakan murid untuk memudahkan mempelajari
mata pelajaran. Lalu prasarana pendidikan dapat juga diartikan segala macam
peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru dan murid untuk memudahkan
penyelenggaraan pendidikan.
Perbedaan sarana pendidikan dan prasarana pendidikan adalah pada fungsi
masing-masing, yaitu sarana pendidikan untuk “memudahkan
penyampaian/mempelajari materi pelajaran, ” prasarana pendidikan untuk
“memudahkan penyelenggaraan pendidikan.” Dalam makna inilah sebutan “digunakan
langsung” dan “digunakan tidak langsung” dalam proses pendidikan seperti telah
disinggung di awal dimaksudkan. Jelasnya, disebut “langsung” itu terkait dengan
penyampaian materi (mengajarkan materi pelajaran), atau mempelajari pelajaran.
Papan tulis, misalnya, digunakan langsung ketika guru mengajar (di papan tulis
itu guru menuliskan pelajaran). Meja murid tentu tidak digunakan murid untuk
menulis pelajaran, melainkan untuk “alas” murid menuliskan pelajaran (yang
dituliskan di buku tulis; buku tulis itulah yang digunakan langsung).
Ø
PERMASALAHAN
Permasalahan Pemerataan dapat
terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat
dengan pemerintah daerah – daerah terpencil. Hal ini menyebabkan terputusnya
komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpencil. Selain itu masalah
pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga
pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja terjadi jika
kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau
daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk
Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan
sebagaimana yang diharapkan.
Ø
CONTOH KASUS
Rendahnya Mutu Output Pendidikan
Kurangnya sarana pendidikan ini berdampak pada rendahnya output
pendidikan itu sendiri, sebab di era globalisasi ini diperlukan transormasi
pendidikan teknologi yang membutuhkan sarana dan prasaranan yang sangat
kompleks agar dapat bersaing dengan pasar global. Minimnya sarana ini
menyebabkan generasi muda hanya belajar secara teoretis tanpa wujud yang
praksis sehingga pelajar hanya belajar dalam angan-angan yang keluar dari
realitas yang sesungguhnya. Ironisnya pemerintah kurang mendukung bahkan
cenderung membiarkan tercukupinya fasilitas pendidikan. Kerusakan sekolah,
laboratorium, dan ketiadaan fasilitas penunjang pendidikan lainnya menyebabkan
gagalnya sosialisasi pendidikan berbasis teknologi ini. Kerusakan sekolah
merupakan masalah klasik yang cenderung dibiarkan berlarut-larut dan celakanya
lagi hal ini hanya sekedar menjadi permainan politik disaat pemilu saja.
Secara psikologis pelajar adalah masa transisi dari remaja menuju
kedewasaan dimana didalamnya terjadi gejolak-gejolak batin dan luapan ekspresi
kretivitas yang sagat tinggi. Jika lupan-luapan dan pencarian jati diri ini
tidak terpenuhi maka mereka akan cenderung mengekspresikanya dalam bentuk
kekecewaan-kekecawaan dalam bentuk negatif. Sarana pendidikan yang dimaksud
disini, bukan hanya laboratorium, perpustakaan,
ataupun peralatan edukatif saja, tetapi juga sarana-sarana olahraga
ataupun kesenian untuk mengekspresikan diri mereka
Kehidupan
remaja diera modern ini tentulah berbeda dengan kehidupan pada generasi
sebelumnya, pelajar saat ini membutuhkan
ruang gerak dalam pengembangaan kematangan emosi misalanya saja grup band,
sepak bola, basket, otimotif dan sebagainya. Jika hal ini tidak dipenuhi
ataupun dihambat maka akan cenderung membuat perkumpulan-perkumpulaan yang
cenderung menyalahi norma.
Ø
SOLUSI
Ada beberapa hal yang dapat kita
lakukan dalam memperbaiki anomali-anomali pendidikan ini antaralain: ·
Terorganisirnya koordinasi antara
pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil
sekalipun sehingga tidak terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan
daerah ·
Dengan adanya koordinasi pemerintah
pusat dengan pemerintah daerah maka selanjutnya kita dapat meningkatkan Sarana
dan Prasarana Pendidikan
Sarana fisik
Pemenuhan sarana fisik sekolahan ini meliputi
pembanguan gedung sekolahan, laboratorium, perpustakaan, sarana-sarana olah
raga, dan fsilitas pendukung lainnya. Dalam hal ini tentunya pemerintah
memegang tanggung jawab yang besar dalam pemenuhan ini, karena pemerintah
berkepentingan dalam memajukan pembangunan nasiaonal. Jika sarana belajar ini
telah terpenuhi tentunya akan semakin memudahkan transformasi ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Sarana non fisik
Sarana non fisik ini diibaratkan
soft ware dalam komputer, jika soft ware ini dapat mengoprasikan perangkat
komputer dengan baik maka pekerjaan akan cepat selesai. Begitu juga dalam
pendidikan jika sistem dan pengajarnya bermutu maka akan mempercepat
pembangunan nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: Peningkatan kualitas
guru
Dalam usaha pemerataan pendidikan,
diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam
bidang anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana
pendidikan.Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan
penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM
(kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik, namun tidak didukung dengan alat-alat
atau sarana prasarana pendidikan maka dapat berpengaruhi terhadap jalannya
proses pembelajaran dan akan membawa dampak yang buruk.
Ø
SARAN
Harus ada pemerataan pendidikan
diantaranya pemerintah dan pihak sekolah harus memperhatikan sarana dan
prasarana di sekolah karena dalam penyelengaraan pendidikan, sarana prasaran
sangat di butuhkan untuk menghasilkan KBM yang efektif dan efisien. Serta
pemerintah harus lebih memperhatikan lagi sarana dan sarana di sekolah-sekolah
yang berada di desa terpencil agar mutu pendidikan di Indonseia dapat meningkat
secara merata.Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya
manusia yang terkahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa
ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia Internasional.

